Selasa, 01 Mei 2012

konseling kelompok


Konseling Kelompok
A. PENGERTIAN
Pelayanan konseling dan bimbingan kelompok sama-sama menggunakan format kelompok.
Bimbingan kelompok adalah salah satu kegiatan layanan yang paling banyak dipakai karena lebih efektif. Banyak orang yang mendapatkan layanan sekaligus dalam satu waktu. Layanan ini juga sesuai dengan teori belajar karena mengandung aspek social yaitu belajar bersama. Peserta layanan akan berbagi ide dan saling mempengaruhi untuk berkembang menjadi manusia seutuhnya.
150 orang menjadi 12 kelompok layanan yang hendaknya dilaksanakan oleh konselor sekolah.
Layanan Konseling kelompok ada 2 macam yaitu konseling dan bimingan kelompok. Yang sangat menentukan keefektifan layanan kelompok adalah suasana kelompok yang:
1. Interaksi yang dinamis
2. Keterikatan emosional
3. Penerimaan
4. Altruistik, mengutamakan kepedulian terhadap orang lain
5. Intelektual (rasional, cerdas dan kreatif). Menambah ilmu dan wawasan individu serta dapat menumbuhkan ide-ide cmerlang.
6. Katarsis (mengemukakan uneg-unegnya, idenya dan gagasannya). Menyatakan emosinya yang lebih mengarah pada pengungkapan pmasalah yang dipendam.
7. Empati (suasana yang saling memahami tentang apa yang dipikirkan dan dirasakan sehingga dapat menyesuaikan sikapnya dengan tepat).
Hal ini diciptakan melalui pentahapan dan kemampuan pemimpin kelompok.
Perbedaan antara Bimbingan dan Konseling Kelompok umumnya adalah ada pada masalah yang dibahas. Masalah Bimbingan kelompok biasanya membahas masalah-masalah umum bagi peserta layanan. Jika suasana kelompok belum tercipta maka sulit bagi peserta layanan untuk mengungkapkan masalah pribadinya sehingga konseling kelompok agak sulit pelaksanaannya dibanding Bimbingan kelompok. Dari itu, Bimbingan kelompok sangat menentukan pelaksanaan konseling kelompok.
Pelaksanaan layanan dapat dilaksanakan dimana saja asal tidak mengganggu proses layanan dimana dinamika kelompok berlagsung maksimal dalam mencapai tujuan
Tujuan Layanan Konseling Kelompok
Menurut Winkel (2004: 592) tujuan layanan konseling kelompok yaitu:
  1. Masing-masing anggota kelompok memahami dirinya dengan baik dan menemukan dirinya sendiri. Berdasarkan pemahaman diri itu dia lebih rela menerima dirinya sendiri dan lebih terbuka terhadap aspek-aspek positif dalam kepribadiannya.
  2. Para anggota kelompok mengembangkan kemampuan berkomunikasi satu sama lain sehingga mereka dapat saling memberikan bantuan dalam menyelesaikan tugas-tugas perkembangan yang khas untuk fase perkembangan mereka.
  3. Para anggota kelompok memperoleh kemampuan mengatur dirinya sendiri dan mengarahkan hidupnya sendiri, mula-mula dalam kontak antar pribadi di dalam kelompok dan kemudian juga dalam kehidupan sehari-hari di luar kehidupan kelompoknya.
  4. Para anggota kelompok menjadi lebih peka terhadap kebutuhan orang lain dan lebih mampu menghayati perasaan orang lain. Kepekaan dan penghayatan ini akan lebih membuat mereka lebih sensitif juga terhadap kebutuhan-kebutuhan dan pertasaan-perasaan sendiri.
  5. Masing-masing anggota kelompok menetapkan suatu sasaran yang ingin mereka capai yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku yang lebih konstuktif.
  6. Para anggota kelompok lebih berani melangkah maju dan menerima resiko yang wajar dalam bertindak, dari pada tinggal diam dan tidak berbuat apa-apa.
  7. Para anggota kelompok lebih menyadari dan menghayati makna dari kehidupan manusia sebagai kehidupan bersama, yang mengandung tuntutan menerima orang lain dan harapan akan diterima orang lain.
  8. Masing-masing anggota kelompok semakin menyadari bahwa hal-hal yang memprihatinkan bagi dirinya sendiri kerap juga menimbulkan rasa prihatin dalam hati orang lain.
  9. Para anggota kelompok belajar berkomunikasi dengan anggotaanggota yang lain secara terbuka, dengan saling menghargai dan menaruh perhatian.



hipotesis deskriptif


CARA-CARA HIPOTESISS  BEBRAPA PENELITIAN
HIPOTESIS DESKRIPTIF
Binominal Test
X2 One Sample
Run Test
Chi-Square Goodness of Fit
Kol-Smirnov One Sample Test
B. HIPOTESIS KOMPARATIF
2 Related Sample
McNemar Change Test
Sign Test
Wilcoxon Matched Paired
2 Independent Sample
Median Test
Wilcoxon Mann-Whitney
Kol-Smirnov Two Sample
Wald Wolfowidz
More 2 Independent Sample
X2 k Sample
Median Test
Kruskall-Wallis
C. HIPOTESIS ASOSIATIF
Contigency Coef C
Phi Coef for 2×2 Tabel
Spearman Rank
Kendall-Tau
Kappa-Statistic K
Ordered Variable n Gamma Statistic G
Asymetric Association
Asymetric for Ordered Variable

anailisis data kuantitatif

Konsep Dasar Analisi Data.
Menurut Patton, 1980 (dalam Lexy J. Moleong 2002: 103) menjelaskan bahwa analisis data adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikanya ke dalam suatu pola, kategori, dan satuan uraian dasar. Sedangkan menurut Taylor, (1975: 79) mendefinisikan analisis data sebagai proses yang merinci usaha secara formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan dan tema pada hipotesis. Jika dikaji, pada dasarnya definisi pertama lebih menitikberatkan pengorganisasian data sedangkan yang ke dua lebih menekankan maksud dan tujuan analisis data. Dengan demikian definisi tersebut dapat disintesiskan menjadi: Analisis data proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang didasarkan oleh data.
Dari uraian tersebut di atas dapatlah kita menarik garis bawah analisis data bermaksud pertama- tama mengorganisasikanm data. Data yang terkumpul banyak sekali dan terdiri dari catatan lapangan dan komentar peneliti, gambar, foto, dokumen, berupa laporan, biografi, artikel, dan sebagainya. Pekerjaan analisis data dalam hal ini ialah mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberikan kode, dan mengategorikannya. Pengorganisasian dan pengelolaan data tersebut bertujuan menemukan tema dan hipotesis kerja yang akhirnya diangkat menjadi teori substantif.
Akirnya perlu dikemukakan bahwa analisis data itu dilakukan dalam suatu proses. Proses berarti pelaksanaannya sudah mulai dilakukan sejak pengumpulan data dilakukan dan dikerjakjan secara intensif, yaitu sudah meninggalkan lapangan. Pekerjaan menganalisis data memerlukan usaha pemusatan perhatian dan pengerahan tenaga, pikiran peneliti. Selain menganalisis data. Peneliti juga perlu dan masih perlu mendalami kepustakaan guna mengkonfirmasikan teori atau untuk menjastifikasikan adanya teori baru yang barangkali ditemukan.
Analisis data kuantitatif adalah pengolahan data dengan kaidah-kaidah matematik terhadap data angka atau numeric. Angka dapat merupakan representasi dari suatu kuantita maupun angka sebagai hasil konversi dari suatu kualita, yakni data kualitatif yang dikuantifikasikan.
Jika yang dianalisis adalah data kuantitatif murni (tinggi, berat, luas, umur, jumlah penduduk, dan sejenisnya) maka analisis menjadi lebih mungkin dilakukan dengan tepat, karena data sudah merupakan substansinya sendiri. Namun jika data kuantitatif yang berasal dari konversi data kualitatif (sikap yang diskalakan, motivasi, opini orang, dan sejenisnya), maka analisisnya menjadi rumit karena kita harus memperhitungkan validitas konversinya.
Meskipun demikian dari sudut pandang analisis data kuantitatif, bila data sudah merupakan angka, maka tidak lagi dipersoalkan asal angka tersebut. Selanjutnya teknik-teknik statistik dapat digunakan.
  1. Tujuan Analisis Data Kuantitatif
Analisis data dimaksudkan untuk memahami apa yang terdapat di balik semua data tersebut, mengelompokannya, meringkasnya menjadi suatu yang kompak dan mudah dimengerti, serta menemukan pola umum yang timbul dari data tersebut.
Dalam analisis data kuantitatif, apa yang dimaksud dengan mudah dimengerti dan pola umum itu terwakili dalam bentuk simbol-simbol statistik, yang dikenal dengan istilah notasi, variasi, dan koefisien. Seperti rata-rata ( u = miu), jumlah (E = sigma), taraf signifikansi (a = alpha), koefisien korelasi (p = rho), dan sebagainya.
  1. Langkah-langkah Analisis Data
Setelah data terkumpul dari hasil pengumpulan data, perlu segera digarap oleh staf peneliti, khususnya yang bertugas mengolah data. Di dalam buku-buku lain sering disebut pengolahan data, ada yang menyebut data preparation, ada pula data analisis.
http://www.4skripsi.com/teknik-analisis-data/analisis-data-kuantitatif.html#axzz1td2TuRRi

penelitian deskriptif

selain penelitian kuantitatif juga ada jenis jenis lain penelitian , contohnya penelitian deskroptif 
 
Penelitian Deskriptif

Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia. Fenomena itu bisa berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya (Sukmadinata, 2006:72). Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasikan sesuatu, misalnyakondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang berkembang, proses yang sedang berlangsung, akibat atau efek yang terjadi, atau tentang kecendrungan yang tengah berlangsung.
Fenomena disajikan secara apa adanya hasil penelitiannya diuraikan secara jelas dan gamblang tanpa manipulasi oleh karena itu penelitian ini tidak adanya suatu hipotesis tetapi adalah pertanyaan penelitian. Analisis deskriptif dapat menggunakan analisis distribusi frekuensi yaitu menyimpulkan berdasarkan hasil rata-rata. Hasil penelitian deskriptif sering digunakan, atau dilanjutkan dengan melakukan penelitian analitik.
Jenis penelitian yang termasuk dalam kategori deskriptif adalah studi kasus dan penelitian surey.



sumber
 http://basirunjenispel.blogspot.com/

penelitian kuantitatif


Semester 6 tuh di gunadarma harus buat yang namanya penelitian ilmiah ,, nah init uh ya format buat kalian” yg mau nulis penelitian ilmiah terutama yang kuliah di gunadarma .. semoga bermanfaat bafi penelitian kalian J
PENELITIAN KUANTITATIF
BAB 1 PENDAHULUAN
A.       Latar Belakang Masalah
Berupa pengantar arti penting topic tersebut untuk diteliti , alur  berfikir hingga muncul permasalahan, yang diakhiri oleh rumusan masalah yang berbentuk kalimat Tanya
B.      Tujuan Penelitian
Berisi tujuan diadakannya penelitian tersebut
C.      Manfaat penelitian
Berisi manfaat dan manfaat praktis

BAB 11 TINJAUAN PUSTAKA
A.      Variable Terikat atau Kriteruim
Berisi pengertian definisi variable tersebut, aspek/dimensi/komponen/bentuk / gejala dsb dari variable yang nantinya dijadikan indicator dari alat ukur yang digunakan, factor-faktor yang mempengaruhi dan sebagainya
B.      Variable bebas/predictor
Berisi pengertian definisi variable tersebut, aspek/dimensi/komponen/bentuk / gejala dsb dari variable yang nantinya dijadikan indicator dari alat ukur yang digunakan, factor-faktor yang mempengaruhi dan sebagainya
C.      Subjek Penelitian
Untuk mengambarkan subjek penelitian berisi pengertian, karakteristik dsb) mengenai subjek penelitian (missal : remaja, ibu rumah tanggga, waria, pekerja seks komersil dsb)
D.      Hubungan ANtara Variable A berdasarkan Variabel B atau perbedaan variable A berdasarkan  variable B
Berupa dinamika yang mengambarkan ketertarikan antara variable A dan variable B (baik berupa hubungan , pengaruh, atau perbedaan) sehingga nantinya dapat ditarik suatu hipotesis
E.       Hipotesis

BAB III METODE PENELITIAN
A.      Identifikasi variable-variabel penelitian
Berisi variabel apa saja yang ada dalam penelitian tersebut
B.      Definisi operasional variabel-variabel penelitian
Bentuk operasional dari variabel-variabel yang digunakan, biasanya berisi definisi konseptual, indicator yang digunakan, alat ukur yang digunakan (bagaimana cara mengukur) dan penilaiana alat ukur (semakin tinggi skor menunjukkan semakin tinggi ,……..)
C.      Subjek penelitian
Berisi karakteristik subjek yang digunakan dalam penelitian, juga diberi penjelasan mengenai populasi, sampel dan teknik sampling juga
D.      Teknik pengumpulan data
Teknik dan alat ukur yang dugunakan dalam pengumpulan data dan setiap alat ukur yang perlu dijelaskan
E.       Validitas dan realibilitas alat pengumpul data
Berisi pengertian mengenai konsep validitas dan reliabilitas serta teknik dilakukan. Jika menggunakan alat ukur yang sudah ada hasil validitas dan reliabilitasnya harap ditulis
F.       Teknik analisis data
Teknik yang digunakan untuk menganalisis data penelitian